Belakangan ini saya sedang menelusuri beberapa metrik pasar dan jujur saja, saat ini ada banyak “noise” tentang apakah akan terjadi crash di pasar saham dalam waktu dekat. Datanya mengirimkan sinyal yang beragam, dan saya pikir itulah yang menjelaskan mengapa para investor benar-benar terpecah soal sentimen mereka.



Jadi, ini yang langsung mencuat bagi saya. Rasio Shiller CAPE berada di sekitar 40—tertinggi kedua yang pernah ada. Sebagai konteks, nilainya sempat mencapai 44 tepat sebelum gelembung dot-com meledak. Metrik ini pada dasarnya melihat laba yang disesuaikan dengan inflasi selama satu dekade, dan secara historis ketika nilainya jadi sedemikian “terpacu”, itu telah menjadi tanda peringatan. Lalu ada indikator Buffett yang berkisar sekitar 219%, yang mengukur total nilai saham di U.S. dibandingkan dengan GDP. Buffett sendiri telah mengatakan bahwa ketika rasio itu mencapai 200%, Anda sedang bermain dengan api.

Saya paham mengapa orang menjadi gugup tentang potensi crash pasar. Ini adalah indikator yang benar-benar valid dan pernah memprediksi penurunan sebelumnya. Tapi ada satu hal—dan inilah bagian yang menarik—tidak ada satu metrik pun yang benar-benar tanpa kekeliruan. Pasar bisa saja terus naik perlahan selama berbulan-bulan sebelum ada penurunan. Atau bisa juga mengejutkan semua orang. Bagian itulah yang membuat para investor sulit tidur di malam hari.

Tapi yang sebenarnya penting apa? Sejarah menunjukkan bahwa pasar pulih lebih cepat daripada yang dipikirkan kebanyakan orang. Rata-rata pasar bearish sejak 1929 berlangsung kira-kira sembilan bulan, sementara pasar bullish bertahan hampir tiga tahun. Kekayaan sejati untuk dibangun terjadi saat Anda tetap berinvestasi pada saham berkualitas melalui volatilitas, bukan dengan mencoba mengatur waktu terjadinya crash.

Saya melihat banyak orang bertanya kapan pasar saham akan crash, tetapi saya pikir itu hampir pertanyaan yang keliru. Pertanyaan yang lebih baik adalah apakah Anda sudah berada pada perusahaan yang tepat untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi setelah ini. Itu yang membedakan investor yang panik lalu menjual dengan mereka yang benar-benar membangun kekayaan. Secara historis, imbal hasil jangka panjang dari memegang saham-saham yang bagus telah mengalahkan upaya-upaya penentuan waktu pasar jangka pendek.

Menurut saya, jika Anda benar-benar khawatir tentang risiko pasar, itu justru merupakan sinyal untuk lebih fokus pada pemilihan saham, bukan langsung meninggalkan pasar sepenuhnya. Pada saat itulah keyakinan terhadap kepemilikan Anda benar-benar memberi hasil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan