Realitas lebih kejam daripada lelucon. Perusahaan saya sebelumnya juga pernah melakukan "pemotongan gaji seluruh karyawan untuk melewati masa sulit", dan hasilnya tahun berikutnya bos membeli rumah secara tunai untuk anaknya di Shenzhen. Perbedaannya hanyalah, akuntan itu bukan istri karyawan lama, melainkan selingkuhan bos. Lelucon ini yang paling menakutkan bukanlah twist-nya, melainkan kenyataan di mana banyak perusahaan setelah "pemotongan gaji untuk melewati masa sulit", bos memang tidak mati, tetapi karyawan menyadari bahwa saldo di rekening mereka memang masih ada—bukan 8 juta, melainkan 80 juta.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan