Apakah Anda sering terjebak dalam dilema: apakah segera mengambil keuntungan untuk mengunci profit, atau mempertahankan posisi agar keuntungan terus berjalan?


Keserakahan berkuasa, enggan mengunci keuntungan, akhirnya semua profit yang diperoleh kembali hilang;
Ketakutan muncul, menutup posisi lebih awal dan keluar dari pasar, setelah dijual pasar justru kembali menguat, meninggalkan penyesalan.
Ingatlah: berapa banyak keuntungan yang bisa didapat dari pasar tidak bisa diprediksi, tetapi kerugian dan pengembalian keuntungan dapat dikendalikan secara aktif,
oleh karena itu aturan take profit harus dilaksanakan secara ketat.
Apakah konsep “biarkan keuntungan berjalan” sendiri salah? Tidak demikian, tergantung pada situasi trading:
1. Posisi ringan mengikuti tren pasar, bersabar menahan posisi, membiarkan keuntungan terus berkembang;
2. Dalam kisaran fluktuasi, jual tinggi dan beli rendah, pasar terbatas ruangnya, cocok untuk mengambil keuntungan segera dan menutup posisi tepat waktu.
Solusi praktis yang mendukung: trailing stop. Contoh: setelah keuntungan 20%, jika terjadi penarikan 5%, keluar segera;
Keuntungan 40%, jika terjadi penarikan 10%, tutup posisi secara tegas.
Pada akhirnya, titik keseimbangan antara take profit dan mempertahankan posisi tidak pernah memiliki jawaban standar yang sama,
akhirnya harus disesuaikan dengan sistem trading dan gaya trading masing-masing.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 06-13 08:19
Informasi yang baik 👍
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan