#TrumpDeclaresEndToUSIranCeasefire "Berakhir" di KTT NATO Menyusul Serangan Semalam


Dalam eskalasi ketegangan yang dramatis, Presiden AS Donald Trump secara resmi menyatakan perjanjian gencatan senjata dengan Iran "berakhir" pada 8 Juli 2026, selama KTT NATO di Ankara, Turki. Pengumuman itu muncul setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer baru semalam, menghancurkan gencatan senjata rapuh yang telah berlaku sejak April.
---
Gencatan Senjata yang Pernah Ada
Bulan lalu, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman 14 halaman yang bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri konflik "di semua lini". Kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar itu mencakup ketentuan untuk lalu lintas kapal yang aman melalui Selat Hormuz dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran. Ini dipandang sebagai langkah awal yang penting menuju perdamaian abadi dan non-proliferasi nuklir.
---
Pernyataan Pedas Trump
Ketika ditanya apakah gencatan senjata masih berlaku, Trump tidak memilih kata-kata: "Saya pikir ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah."
Dia melanjutkan: "Mereka orang sakit. Mereka dipimpin oleh orang sakit dan mereka orang jahat dan kejam. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya."
Trump menuduh para pemimpin Iran sebagai "pembohong" dan "penipu," mengklaim mereka salah menggambarkan apa yang telah disepakati: "Kami membuat kesepakatan. Semua setuju, tidak ada senjata nuklir. Mereka keluar, bicara ke pers, mereka bilang kami bahkan tidak pernah membicarakannya. Ada yang salah dengan mereka, mereka gila."
Dia juga menuduh Iran membunuh 54.000 orang selama protes, menyebut rezim itu sebagai "kanker" yang harus dipotong. Mengenai kemungkinan pembicaraan di masa depan, Trump bersikap meremehkan: "Mereka bisa bicara, tapi saya pikir mereka membuang waktu. Terus terang, saya tidak ingin membuang waktu dengan mereka."
---
Serangan Semalam yang Memicu Keruntuhan
Keruntuhan gencatan senjata dipicu oleh gelombang serangan militer AS pada 7 Juli. Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyerang lebih dari 80 target Iran dengan amunisi presisi, termasuk:
· Sistem pertahanan udara Iran
· Jaringan komando dan kontrol
· Situs radar pesisir
· Kemampuan rudal anti-kapal
· Lebih dari 60 kapal kecil Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)
Serangan itu digambarkan sebagai "respons segera" terhadap serangan terbaru Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, termasuk M/T Al Rekayyat berbendera Kepulauan Marshall dan sebuah kapal tanker berbendera Arab Saudi.
Iran membalas dengan cepat. IRGC mengumumkan bahwa pasukannya melakukan operasi rudal dan drone terhadap "85 situs militer AS utama" di Bahrain dan Kuwait. Juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bersikeras bahwa AS yang melanggar gencatan senjata.
---
Reaksi NATO & Internasional
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang duduk di samping Trump di Ankara, mendukung tindakan AS: "Saya pikir apa yang Anda lakukan tadi malam benar-benar diperlukan. Itu adalah respons yang sangat kuat." Rutte menuduh Iran "pada dasarnya melanggar gencatan senjata."
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan pertukaran itu "semakin mempersulit pembicaraan yang sudah tegang untuk mengakhiri perang." Para menteri luar negeri UE akan bertemu dengan mitra Teluk untuk membahas dukungan terhadap perjanjian damai dan menjaga kebebasan navigasi.
Pakistan, yang membantu menengahi gencatan senjata awal, mendesak kedua belah pihak untuk menghormati komitmen mereka, menyatakan bahwa konflik baru "tidak menguntungkan siapa pun" dan bahwa "tidak ada alternatif selain keterlibatan, dialog, dan diplomasi yang berkelanjutan."
Presiden Turki Erdogan, Arab Saudi, Qatar, dan kepala intelijen Mesir semuanya terlibat dalam upaya mediasi.
---
Dampak Global: Harga Minyak Melonjak
Pernyataan itu mengguncang pasar global. Harga minyak melonjak 5% segera setelah pernyataan Trump dan kemudian melonjak lebih dari 6%. Selat Hormuz tetap menjadi titik tersumbat kritis untuk pengiriman minyak global, dan pertempuran baru kembali memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan.
---
Apa Selanjutnya?
Trump telah memberi sinyal bahwa dia kehilangan minat untuk mempertahankan gencatan senjata sepenuhnya: "Kami bisa bermain-main, tapi saya tidak yakin saya ingin membuat kesepakatan" dan menyarankan militer AS mungkin "menyelesaikan pekerjaan saja." Namun, dia juga mengatakan serangan berkelanjutan tidak berarti kembali ke perang skala penuh.
Michael Eisenstadt, mantan analis militer AS di Washington Institute, mencatat: "Kami masih dalam mode negosiasi, apa pun yang dikatakan presiden. Ini bagian dari negosiasi, dan menyatakan bahwa MOU sudah berakhir juga bagian dari negosiasi."
Negosiator utama Iran, Qalibaf, tetap menantang: "Era intimidasi dan pemerasan sudah berakhir. Tidak membawa kemana-mana. Kami tidak menyerah." Mediator Qatar telah mengatakan putaran pembicaraan berikutnya diharapkan dimulai sesegera mungkin setelah pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran.
---
Persimpangan Berbahaya
Keruntuhan gencatan senjata AS-Iran menandai salah satu periode paling berbahaya dari konfrontasi langsung antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kedua belah pihak saling serang, pasar minyak kacau, dan saluran diplomatik di ujung tanduk, dunia kini menanti dengan cemas apakah ini taktik negosiasi—atau awal dari konflik yang lebih luas.
---
#Trump #Iran #CeasefireOver #NATOSummit
Lihat Asli
Raveena
#TrumpDeclaresEndToUSIranCeasefire "Berakhir" di KTT NATO Menyusul Serangan Semalam

Dalam eskalasi ketegangan yang dramatis, Presiden AS Donald Trump secara resmi menyatakan perjanjian gencatan senjata dengan Iran "berakhir" pada 8 Juli 2026, selama KTT NATO di Ankara, Turki. Pengumuman itu muncul setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer baru semalam, menghancurkan gencatan senjata rapuh yang telah berlaku sejak April.

---

Gencatan Senjata yang Ada

Bulan lalu, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman sepanjang 14 halaman yang bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri konflik "di semua lini". Kesepakatan tersebut, yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar, mencakup ketentuan untuk lalu lintas kapal yang aman melalui Selat Hormuz dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran. Hal ini dipandang sebagai langkah awal yang krusial menuju perdamaian abadi dan non-proliferasi nuklir.

---

Pernyataan Pedas Trump

Ketika ditanya apakah gencatan senjata masih berlaku, Trump tidak memilih kata-kata: "Saya pikir ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah."

Ia melanjutkan: "Mereka orang sakit. Mereka dipimpin oleh orang sakit dan mereka kejam, orang-orang kasar. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya."

Trump menuduh para pemimpin Iran sebagai "pembohong" dan "penipu," mengklaim mereka salah menggambarkan apa yang telah disepakati: "Kita buat kesepakatan. Semua setuju, tidak ada senjata nuklir. Mereka keluar, bicara ke pers, mereka bilang kita tidak pernah membicarakannya. Ada yang salah dengan mereka, mereka gila."

Ia juga menuduh Iran membunuh 54.000 orang selama protes, menyebut rezim itu sebagai "kanker" yang harus dipotong. Mengenai potensi pembicaraan di masa depan, Trump bersikap meremehkan: "Mereka bisa bicara, tapi saya pikir mereka membuang-buang waktu. Terus terang, saya tidak ingin membuang waktu saya dengan mereka."

---

Serangan Semalam yang Memicu Keruntuhan

Keruntuhan gencatan senjata dipicu oleh gelombang serangan militer AS pada 7 Juli. Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lebih dari 80 target Iran dengan amunisi presisi, termasuk:

· Sistem pertahanan udara Iran
· Jaringan komando dan kendali
· Situs radar pesisir
· Kemampuan rudal anti-kapal
· Lebih dari 60 perahu kecil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

Serangan itu digambarkan sebagai "respons segera" terhadap serangan terbaru Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, termasuk M/T Al Rekayyat berbendera Kepulauan Marshall dan sebuah kapal tanker berbendera Arab Saudi.

Iran membalas dengan cepat. IRGC mengumumkan pasukannya melakukan operasi rudal dan drone terhadap "85 lokasi militer utama AS" di Bahrain dan Kuwait. Juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bersikeras bahwa AS yang melanggar gencatan senjata.

---

Reaksi NATO & Internasional

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang duduk di samping Trump di Ankara, mendukung tindakan AS: "Saya pikir apa yang Anda lakukan tadi malam benar-benar diperlukan. Itu adalah respons yang sangat kuat." Rutte menuduh Iran "pada dasarnya melanggar gencatan senjata."

Kepala kebijakan luar negeri UE Kaja Kallas mengatakan pertukaran tersebut "semakin memperumit pembicaraan yang sudah rumit untuk mengakhiri perang." Para menteri luar negeri UE akan bertemu dengan mitra Teluk untuk membahas dukungan terhadap perjanjian damai dan menjaga kebebasan navigasi.

Pakistan, yang membantu menengahi gencatan senjata awal, mendesak kedua belah pihak untuk menghormati komitmen mereka, menyatakan bahwa konflik baru adalah "kepentingan siapa pun" dan bahwa "tidak ada alternatif selain keterlibatan, dialog, dan diplomasi yang berkelanjutan."

Presiden Turki Erdogan, Arab Saudi, Qatar, dan kepala intelijen Mesir semuanya terlibat dalam upaya mediasi.

---

Dampak Global: Harga Minyak Melonjak

Pernyataan itu mengirimkan gelombang kejut ke pasar global. Harga minyak melonjak 5% segera setelah pernyataan Trump dan kemudian melonjak lebih dari 6%. Selat Hormuz tetap menjadi titik tersumbat kritis untuk pengiriman minyak global, dan pertempuran baru kembali memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan.

---

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Trump telah memberi isyarat bahwa ia kehilangan minat untuk mempertahankan gencatan senjata sepenuhnya: "Kita bisa bermain game, tapi saya tidak yakin saya ingin membuat kesepakatan" dan menyarankan militer AS mungkin "hanya menyelesaikan pekerjaan." Namun, ia juga mengatakan serangan berkelanjutan tidak selalu berarti kembali ke perang skala penuh.

Michael Eisenstadt, mantan analis militer AS di Washington Institute, mencatat: "Kami masih dalam mode negosiasi, tidak peduli apa yang dikatakan presiden. Ini adalah bagian dari negosiasi, dan menyatakan bahwa MOU sudah berakhir juga merupakan bagian dari negosiasi."

Negosiator utama Iran, Qalibaf, tetap menantang: "Era intimidasi dan pemerasan sudah berakhir. Itu tidak membawa kemana-mana. Kami tidak menyerah." Mediator Qatar telah mengatakan putaran pembicaraan berikutnya diharapkan dimulai sesegera mungkin setelah pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran.

---

Persimpangan Berbahaya

Keruntuhan gencatan senjata AS-Iran menandai salah satu periode konfrontasi langsung paling berbahaya antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kedua belah pihak saling pukul, pasar minyak yang kacau, dan saluran diplomatik yang tergantung di ujung tanduk, dunia kini menyaksikan dengan cemas untuk melihat apakah ini adalah taktik negosiasi—atau awal dari konflik yang lebih luas.

---

#Trump #Iran #CeasefireOver #NATOSummit
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
ShainingMoon
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoon
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoon
· 1jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
  • Disematkan