Pertahanan ala “bunker” Swiss—di 5 laga hanya kebobolan 3 gol, bahkan Spanyol pun tak bisa berbuat banyak



Swiss adalah salah satu tim paling tangguh dalam bertahan pada Piala Dunia edisi ini. Dalam waktu normal, dari lima pertandingan mereka hanya kebobolan 3 gol. Pasangan bek tengah Akanji dan Elvedi mengunci ruang dengan presisi, penjaga gawang Dortmund Kobel tampil stabil, sementara lini tengah—dengan tembok pertahanan yang kokoh dari Zak—membangun penghalang yang solid.

Taktik Swiss sangat jelas: bertahan rapat lalu melakukan serangan balik, tidak mengejar penguasaan bola secara membabi buta. Mereka piawai menurunkan tempo pertandingan secara sengaja, lalu menyeret tim-tim raksasa ke dalam duel jarak dekat yang melelahkan. Di babak 1/8 final menghadapi Kolombia, Swiss lolos dengan sangat mendebarkan setelah bermain imbang selama 120 menit, dan kemudian menang lewat adu penalti. Ketahanan mental tim dan fondasi mereka dalam eksekusi penalti telah teruji sepenuhnya.

Pelatih Swiss, Yakin, mengatakan: “Dua pertandingan terakhir membuktikan bahwa Argentina punya kemungkinan untuk dikalahkan, dan kami sangat menantikan hal itu.” Swiss tak punya beban apa pun soal prestasi; mereka tidak akan terganggu oleh besar-kecilnya nama bintang, bermain dengan tenang, melangkah selangkah demi selangkah. Target mereka juga sangat spesifik: meniru taktik bertahan mati-matian ala 2014, dan menyeret pertandingan hingga adu penalti. Akanji sebelum pertandingan berkata: “Messi adalah yang terbaik dalam sejarah, tapi kami punya cara untuk membatasinya.”

#广场预测世界杯赢40000U
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan