#NansenCEOBullishOnApple



CEO NANSEN TERSERAH BULLISH TERHADAP APPLE — DAN INI LEBIH PENTING UNTUK KRIPTO DARIPADA YANG ANDA PIKIRKAN

Ketika CEO salah satu perusahaan analitik on-chain paling dihormati di kripto secara terbuka menyatakan ia menjadi bullish pada Apple, layak untuk diberi perhatian.

Alex Svanevik, CEO Nansen, membuat pengumuman itu pada 19 Juli, menguraikan lima alasan spesifik mengapa Apple pantas mendapat sorotan baru.

Ini bukan sekadar cerita saham teknologi.

Keterkaitan strategi AI Apple dengan ekosistem kripto lebih dalam daripada yang dipahami kebanyakan orang.

Konteks pasar saat ini dibentuk oleh dua kekuatan yang saling bertemu.

Pertama, AI cepat menjadi narasi dominan di teknologi tradisional maupun kripto.

Kedua, Apple diam-diam melonggarkan sikapnya terhadap kripto, mulai dari melonggarkan pembatasan App Store untuk transaksi aset digital hingga dilaporkan tengah menjajaki integrasi stablecoin dengan perusahaan kripto.

Ketika sebuah perusahaan dengan lebih dari dua miliar perangkat aktif mulai bergerak ke arah ini, implikasinya sangat besar.

Svanevik menyebut lima faktor kunci di balik prospek bullishnya.

Siri di iOS 17 Beta menunjukkan peningkatan berarti dalam pencarian dan fungsionalitas, menandakan upaya AI Apple akhirnya menghasilkan sesuatu.

Inference AI di perangkat menjadi pilar kedua.

Model AI yang lebih kecil dan ringkas mulai mendapat daya tarik, dan perangkat keras Apple berada pada posisi unik untuk menjalankan model-model ini secara lokal, memberikan respons lebih cepat serta privasi lebih baik tanpa bergantung pada server cloud.

Faktor ketiga adalah kepemimpinan.

John Ternus, yang kini masuk sebagai kandidat CEO, membawa latar belakang mendalam di bidang perangkat keras yang selaras dengan kekuatan inti Apple.

Keempat, free cash flow Apple tetap salah satu yang terkuat di industri mana pun, memberi bantalan besar untuk investasi strategis.

Kelima, mereknya sendiri.

Nilai merek Apple terus memimpin dunia teknologi, dan kepercayaan itu merupakan aset kuat saat memasuki wilayah baru seperti kripto dan keuangan yang digerakkan AI.

Bagi investor dan trader kripto, ada peluang langsung maupun tidak langsung.

Dorongan Apple ke AI di perangkat menciptakan permintaan untuk protokol compute dan inference yang terdesentralisasi, yang dapat menguntungkan proyek-proyek di sektor tersebut.

Jika Apple bergerak lebih jauh menuju integrasi stablecoin atau wallet, itu akan membuka pintu bagi ratusan juta pengguna baru yang berinteraksi dengan infrastruktur blockchain melalui antarmuka yang sudah mereka percayai.

Sisi risikonya juga sama nyatanya.

Apple secara historis berhati-hati, bahkan cenderung membatasi, terhadap kripto.

Kebijakan iklan Maps yang diterbitkan beberapa hari lalu masih melarang iklan ATM kripto.

Setiap perubahan arah menuju kripto bisa berjalan lambat, bersifat sebagian, atau bisa dibalik di bawah tekanan regulasi.

Perusahaan juga menghadapi ancaman kompetitif dari platform-platform AI lainnya yang mungkin mengintegrasikan blockchain lebih cepat.

Dampak jangka panjangnya bisa transformatif.

Jika Apple berhasil menanam kemampuan AI dan kripto ke ekosistemnya di level perangkat, itu akan menjadi jembatan terbesar dalam satu langkah antara pengguna arus utama dan teknologi terdesentralisasi.

Tidak ada bursa, tidak ada aplikasi wallet, dan tidak ada protokol yang memiliki daya distribusi sebesar yang dimiliki Apple.

Perusahaan data on-chain seperti Nansen yang melacak tren ini menandakan industri kripto sedang memperhatikan secara serius dan menganggapnya nyata, bukan mengabaikannya sebagai spekulasi.

Bagi pemula, intinya sederhana.

Perusahaan yang membangun perangkat dan antarmuka yang sudah digunakan miliaran orang mulai menyelaraskan diri dengan kripto dan AI.

Kesesuaian itu secara perlahan mengurangi gesekan untuk memasuki dunia kripto.

Bagi peserta yang sudah berpengalaman, pelajarannya lebih strategis.

Perhatikan pertemuan antara perangkat keras AI, analitik on-chain, dan platform distribusi skala besar.

Gelombang adopsi berikutnya mungkin tidak datang dari token atau protokol baru.

Mungkin datang dari pembaruan iOS berikutnya.

Apple bukan perusahaan kripto.

Tapi ketika kepala Nansen, sebuah perusahaan yang dibangun sepenuhnya untuk membaca data blockchain, secara publik menyesuaikan ulang pandangannya tentang Apple karena AI dan perangkat keras, itu memberi tahu Anda bahwa batas di antara industri-industri ini sedang larut.

Tetap dapatkan informasi, lacak data, dan selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

2in1

#NansenCEOBullishOnApple
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan