
Buku order beli adalah sistem elektronik yang digunakan di pasar cryptocurrency dan keuangan tradisional untuk mengatur serta menampilkan order beli yang sedang berlangsung. Sistem ini merekam semua order tertunda dari peserta pasar yang ingin membeli aset tertentu pada harga tertentu, diurutkan dari harga tertinggi ke terendah. Bersama buku order jual, buku order beli membentuk grafik kedalaman pasar, memberikan gambaran likuiditas dan pembentukan harga kepada trader, sehingga membantu mereka membuat keputusan trading yang lebih terinformasi.
Sebagai komponen inti dalam infrastruktur eksekusi perdagangan, buku order beli memiliki sejumlah karakteristik utama:
Dampak buku order beli terhadap pasar terlihat dalam berbagai aspek. Pertama, buku order ini secara langsung mencerminkan permintaan pasar, di mana order beli besar menunjukkan tekanan beli yang kuat terhadap suatu aset, berpotensi menjadi sinyal kenaikan harga. Kedua, distribusi order beli mengidentifikasi tingkat support utama, karena konsentrasi order beli pada harga tertentu sering kali membentuk buffer terhadap penurunan harga. Selain itu, ketebalan buku order beli (volume order pada setiap tingkat harga) menjadi indikator penting likuiditas pasar; buku order yang kuat menandakan trader dapat mengeksekusi order besar tanpa memengaruhi harga secara signifikan.
Meskipun merupakan bagian penting dari infrastruktur perdagangan, penggunaan buku order beli menghadirkan sejumlah tantangan:
Buku order beli adalah komponen yang tidak tergantikan dalam ekosistem perdagangan cryptocurrency. Buku order ini berfungsi sebagai mekanisme inti eksekusi perdagangan sekaligus alat analisis pasar yang bernilai. Dengan memahami data buku order, trader dapat memperoleh wawasan tentang sentimen pasar, mengidentifikasi tingkat support potensial, menilai kondisi likuiditas, dan mengembangkan strategi trading yang lebih presisi. Seiring kematangan pasar crypto, alat dan teknik analisis buku order akan terus berkembang, memberikan wawasan pasar yang lebih mendalam bagi trader profesional maupun ritel. Namun, trader harus tetap waspada terhadap risiko manipulasi buku order dan menggunakannya sebagai salah satu alat pengambilan keputusan trading, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan.


