#日本国债 Imbal hasil mencapai rekor tertinggi lagi, tren hampir sepenuhnya sejalan dengan emas.
Ini bukan kebetulan, ini adalah gambaran visual dari kepercayaan yang sedang hilang. 🧵👇 Sekarang pasar Jepang yang paling populer bukanlah carry trade, melainkan—“perdagangan pasar tinggi”: 👉 Fiskal agresif 👉 Kenaikan suku bunga terbatas 👉 Pasar saham naik 👉 Kinerja ganda obligasi + nilai tukar Terdengar sangat makmur, tapi esensinya adalah menghabiskan masa depan lebih awal. Bagaimana kondisi fiskal Jepang saat ini? Satu kalimat: 👉 Sudah benar-benar tidak mampu menutupi pengeluaran. Uang yang ada sekarang, adalah utang lama yang dipinjam sepuluh, dua puluh tahun yang lalu. Saat itu suku bunga sangat rendah, hampir nol, jadi masih bisa bertahan. Tapi selama suku bunga naik ke 5%: ⚠️ Semua pendapatan fiskal harus digunakan untuk membayar bunga. Bukan separuh, tapi seluruhnya. Banyak orang khawatir tentang utang AS, tapi sejujurnya: 👉 Risiko struktural utang AS jauh lebih rendah daripada utang Jepang. Hal yang benar-benar menakutkan dari obligasi Jepang adalah— mungkin sudah memasuki siklus vicious: 1️⃣ Fiskal agresif → risiko utang meningkat 2️⃣ Kekhawatiran utang → imbal hasil obligasi naik 3️⃣ Imbal hasil naik → ruang kebijakan BoJ menyempit 4️⃣ Fungsi BoJ melemah → ekspektasi inflasi meningkat 5️⃣ Ekspektasi inflasi meningkat → imbal hasil obligasi terus naik 6️⃣ Imbal hasil naik lagi → risiko utang semakin memburuk Ini adalah spiral kematian yang memperkuat diri sendiri. Lalu nilai tukar? Sangat sederhana: 👉 #日元 logika ini belum selesai. Dalam kondisi fiskal yang tidak berkelanjutan + kebijakan moneter yang terkunci, nilai tukar hanya punya satu jalan: perlahan-lahan mengeluarkan darah, menunggu waktu. Jadi masalahnya bukan lagi: “Apakah yen akan jatuh?” melainkan: 👉 Apakah akan cepat menuju “garis pemusnahan negara”? 📌 Kesimpulan satu kalimat: Masalah Jepang saat ini, bukanlah satu keputusan suku bunga yang bisa menyelesaikan, melainkan seluruh sistem fiskal—moneter mulai saling merusak. Emas naik, imbal hasil obligasi Jepang melambung, ini bukan perlindungan, ini pasar yang sudah mempre-penetapkan akhir cerita.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#日本国债 Imbal hasil mencapai rekor tertinggi lagi, tren hampir sepenuhnya sejalan dengan emas.
Ini bukan kebetulan,
ini adalah gambaran visual dari kepercayaan yang sedang hilang. 🧵👇
Sekarang pasar Jepang yang paling populer bukanlah carry trade,
melainkan—“perdagangan pasar tinggi”:
👉 Fiskal agresif
👉 Kenaikan suku bunga terbatas
👉 Pasar saham naik
👉 Kinerja ganda obligasi + nilai tukar
Terdengar sangat makmur,
tapi esensinya adalah menghabiskan masa depan lebih awal.
Bagaimana kondisi fiskal Jepang saat ini?
Satu kalimat:
👉 Sudah benar-benar tidak mampu menutupi pengeluaran.
Uang yang ada sekarang,
adalah utang lama yang dipinjam sepuluh, dua puluh tahun yang lalu.
Saat itu suku bunga sangat rendah, hampir nol,
jadi masih bisa bertahan.
Tapi selama suku bunga naik ke 5%:
⚠️ Semua pendapatan fiskal harus digunakan untuk membayar bunga.
Bukan separuh,
tapi seluruhnya.
Banyak orang khawatir tentang utang AS,
tapi sejujurnya:
👉 Risiko struktural utang AS jauh lebih rendah daripada utang Jepang.
Hal yang benar-benar menakutkan dari obligasi Jepang adalah—
mungkin sudah memasuki siklus vicious:
1️⃣ Fiskal agresif → risiko utang meningkat
2️⃣ Kekhawatiran utang → imbal hasil obligasi naik
3️⃣ Imbal hasil naik → ruang kebijakan BoJ menyempit
4️⃣ Fungsi BoJ melemah → ekspektasi inflasi meningkat
5️⃣ Ekspektasi inflasi meningkat → imbal hasil obligasi terus naik
6️⃣ Imbal hasil naik lagi → risiko utang semakin memburuk
Ini adalah spiral kematian yang memperkuat diri sendiri.
Lalu nilai tukar?
Sangat sederhana:
👉 #日元 logika ini belum selesai.
Dalam kondisi fiskal yang tidak berkelanjutan + kebijakan moneter yang terkunci,
nilai tukar hanya punya satu jalan:
perlahan-lahan mengeluarkan darah, menunggu waktu.
Jadi masalahnya bukan lagi:
“Apakah yen akan jatuh?”
melainkan:
👉 Apakah akan cepat menuju “garis pemusnahan negara”?
📌 Kesimpulan satu kalimat:
Masalah Jepang saat ini,
bukanlah satu keputusan suku bunga yang bisa menyelesaikan,
melainkan seluruh sistem fiskal—moneter mulai saling merusak.
Emas naik,
imbal hasil obligasi Jepang melambung,
ini bukan perlindungan,
ini pasar yang sudah mempre-penetapkan akhir cerita.