Web2 memiliki arsitektur terpusat. Media sosial, pembayaran, dan penyimpanan data sangat bergantung pada platform besar. Meskipun hal ini menawarkan kenyamanan, hal tersebut mengorbankan kedaulatan pengguna, karena kontrol atas data dan nilai berada di tangan platform tersebut. Sederhananya, pengguna menghasilkan nilai tetapi tidak memilikinya.
Web3 bertujuan mengubah paradigma ini secara fundamental. Melalui blockchain, smart contract, dan jaringan terdesentralisasi, pengguna mendapatkan kepemilikan atas data dan aset mereka. Namun, kesenjangan antara visi dan eksekusi sangat besar — dan faktor penentunya adalah infrastruktur. Gas fee tinggi, throughput rendah, dan lingkungan pengembangan kompleks membatasi adopsi blockchain dalam skala besar. Ini adalah konteks di mana infrastruktur seperti {Gate Layer} muncul—berfokus pada efisiensi dan biaya rendah untuk membuat aplikasi terdesentralisasi dapat digunakan dalam skala besar, yang didedikasikan untuk merekonstruksi arsitektur yang mendasari Web3, membuat desentralisasi tidak hanya layak tetapi juga efisien dan dapat digunakan.
Dalam evolusi infrastruktur dari Web2 ke Web3, terdapat beberapa wawasan penting:
Untuk memahami jalur menuju efisiensi dan biaya rendah, beberapa konsep inti harus dipahami:
Chain monolitik menangani eksekusi, konsensus, dan data dalam satu lapisan—sederhana, tetapi terbatas skalabilitasnya. Arsitektur multi-layer (Berlapis/Modular) membagi tanggung jawab di beberapa layer, meningkatkan performa dan fleksibilitas.
Lapisan yang berbeda menjalankan fungsi yang berbeda: lapisan penyelesaian memastikan konsistensi akhir, lapisan eksekusi memproses logika transaksi, dan lapisan DA bertanggung jawab atas penyimpanan dan ketersediaan data. Dengan memisahkan fungsi, kompleksitas dan biaya pengoperasian setiap lapisan dapat dikurangi secara signifikan.
Gas fee yang tinggi tidak hanya meningkatkan hambatan bagi pengguna, tetapi juga menghambat perkembangan transaksi kecil dan aplikasi inovatif. Menurunkan biaya jaringan secara langsung mempercepat pertumbuhan ekosistem.
Revolusi Web3 sesungguhnya tidak terletak pada antarmuka aplikasinya, tetapi pada arsitektur dasarnya. Memahami logika revolusi infrastruktur adalah prasyarat untuk merancang ekosistem yang efisien dan berbiaya rendah. Pelajaran ini memberikan landasan kuat untuk pembahasan lebih mendalam terkait desain modular, arsitektur berlapis, dan jaringan dengan performa tinggi.