Media asing melaporkan bahwa perusahaan induk dari platform perjalanan online terkemuka China, (Trip.com, sedang menghadapi ujian besar terkait pengawasan anti-monopoli. Administrasi Pengawasan Pasar Nasional China baru-baru ini mengumumkan bahwa setelah penyelidikan awal, mereka secara resmi membuka penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan posisi dominan pasar oleh Ctrip sesuai dengan 《Undang-Undang Anti-Monopoli Republik Rakyat China》.
Pengaduan hotel: Ctrip memanipulasi harga secara sepihak untuk memperkuat daya saing platform
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari otoritas pengawas, salah satu fokus kontroversi berasal dari keluhan beberapa pelaku industri hotel tahun lalu. Para pelaku mengklaim bahwa platform Ctrip mengharuskan penggunaan alat pengelola harga bernama “Asisten Penyesuaian Harga” dan mengizinkan platform untuk langsung campur tangan, bahkan mengubah harga jual kamar hotel di backend, menimbulkan keraguan apakah mereka melanggar hak otonomi penetapan harga dari para pelaku usaha.
Yang disebut Asisten Penyesuaian Harga adalah sistem otomatis yang digunakan untuk menjaga daya saing harga platform. Alat ini secara rutin membandingkan harga kamar hotel yang sama di platform perjalanan online lainnya. Jika ditemukan bahwa harga di platform Ctrip lebih tinggi dari pesaing, sistem akan secara otomatis menurunkan harga dasar hotel tersebut atau meminta kamar tersebut ikut dalam promosi, guna memastikan posisi harga unggul Ctrip.
Ctrip Dilaporkan Melanggar Monopoli Pasar, Saham Turun 6,49%
Data riset pasar menunjukkan bahwa posisi dominan Ctrip di pasar OTA (perjalanan online) China cukup kokoh. Laporan dari perusahaan sekuritas menyebutkan bahwa pada tahun 2024, pangsa pasar utama OTA diperkirakan tetap di atas 56%, dan dalam waktu dekat sulit digoyahkan oleh platform lain, sehingga pengaruhnya dalam distribusi harga dan lalu lintas sangat diperhatikan oleh regulator.
Setelah berita penyelidikan terungkap, pasar modal bereaksi cepat. Harga saham Ctrip yang terdaftar di Hong Kong mengalami tekanan signifikan pada hari itu, sempat anjlok, dan akhirnya ditutup turun 6,49%, dengan harga per saham sebesar 569,5 HKD, menunjukkan bahwa investor sangat waspada terhadap risiko pengawasan dan potensi sanksi di masa mendatang.
Artikel ini tentang perusahaan induk Trip.com, Ctrip, yang dilaporkan melanggar pasar monopoli dan sedang dalam penyelidikan oleh otoritas China pertama kali muncul di ABMedia.