Peristiwa makro utama 2026, termasuk likuiditas Fed, data FOMC, putusan Mahkamah Agung, dan suku bunga Jepang, dapat memicu volatilitas crypto yang tajam
Minggu ini di pasar crypto bisa menjadi salah satu yang paling volatil di tahun 2026. Kombinasi peristiwa makroekonomi, keputusan besar, dan perkembangan geopolitik diharapkan dapat mengguncang sentimen pasar.
Federal Reserve, Mahkamah Agung AS, kebijakan moneter Jepang, dan lainnya semuanya akan mengumumkan sesuatu yang berpotensi berdampak signifikan pada harga cryptocurrency.
Dengan likuiditas pasar yang sudah mulai mengering, para trader bersiap menghadapi potensi pergeseran yang dapat menyebabkan pergerakan tajam di cryptocurrency populer.
Minggu dimulai dengan injeksi likuiditas dari Federal Reserve pada hari Senin. Operasi T-bill $15 senilai ($15–20B) akan menambah uang tunai jangka pendek ke pasar, yang dapat meningkatkan likuiditas dalam sistem keuangan.
Kenaikan tingkat kas sering kali mendorong trader untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi leverage dalam aset seperti Bitcoin dan Ethereum.
Ini bisa membawa volatilitas ke pasar crypto karena lebih banyak dana tersedia untuk perdagangan spekulatif.
🚨 JADWAL MINGGU DEPAN SANGAT GILA!
SENIN → INJEKSI LIKUIDITAS FED ($15–20B)
SELASA → LAPORAN EKONOMI FOMC
RABU → PENGUMUMAN TRUMP
KAMIS → NERACA FED
JUMAT → KEPUTUSAN SUKU BUNGA JEPANGSIAPKAN DIRI UNTUK MINGGU TERVOLATIL 2026!! pic.twitter.com/IFNizsXldW
— 0xNobler (@CryptoNobler) 18 Januari 2026
Pada hari Kamis, Fed juga akan merilis data neraca keuangannya. Trader akan memantau ini secara ketat untuk mencari tanda-tanda pelonggaran atau pengencangan lebih lanjut.
Jika neraca menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, ini bisa menandakan bahwa dukungan likuiditas Fed masih berlanjut.
Ini dapat membantu menstabilkan atau bahkan mendorong naik harga crypto, karena likuiditas adalah faktor penting dalam kesehatan pasar crypto.
Pada hari Selasa, Komite Pasar Terbuka Federal FOMC akan merilis laporan ekonominya.
Laporan ini akan merevisi pandangan resmi tentang pertumbuhan, inflasi, dan suku bunga, yang dapat berdampak langsung pada pasar yang sensitif terhadap hasil riil.
Banyak dana makro yang memiliki eksposur ke crypto diharapkan memantau laporan ini secara ketat untuk mencari sinyal yang dapat mempengaruhi posisi crypto mereka.
Pada hari yang sama, Mahkamah Agung AS diperkirakan akan memutuskan tentang tarif Trump. Jika pengadilan memutuskan untuk mempertahankan atau mengurangi tarif, hal ini dapat mengubah ekspektasi perdagangan dan mempengaruhi aliran mata uang.
Ini bisa memiliki efek riak pada aset yang lebih berisiko seperti cryptocurrency. Trader akan mengawasi petunjuk tentang kebijakan perdagangan di masa depan, yang dapat mengubah selera risiko di pasar.
Bacaan Terkait: Federal Reserve Injeksi Likuiditas Rekor sebesar $74,6 Miliar Menutup Tahun, Mengurangi Tekanan Pendanaan Menuju 2026
Rabu menandai dimulainya Forum Ekonomi Dunia di Davos, di mana mantan Presiden Donald Trump dijadwalkan memberikan pembaruan.
Pidatonya bisa memberikan petunjuk tentang arah kebijakan, terutama terkait perdagangan dan pasar keuangan global.
Meskipun diklaim sebagai diskusi ekonomi yang lebih luas, trader crypto kemungkinan akan melihat ini sebagai potensi katalis untuk volatilitas pasar. Setiap petunjuk perubahan regulasi bisa memicu gelombang di pasar crypto.
Pada hari Jumat, bank sentral Jepang akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Jika Bank of Japan menaikkan suku bunga, ini bisa memberi tekanan ke atas pada yen dan menurunkan likuiditas global.
Kenaikan suku bunga kemungkinan akan mengurangi daya tarik carry trade, yang sering membiayai investasi di aset yang volatil seperti cryptocurrency.
Ini bisa menyebabkan pengurangan eksposur crypto dari investor institusional, yang selanjutnya meningkatkan volatilitas pasar.
Kombinasi pengumuman makroekonomi utama dan perkembangan geopolitik minggu ini dapat menciptakan badai sempurna untuk pasar crypto.
Trader harus tetap waspada karena sentimen pasar tetap sangat sensitif terhadap peristiwa ini.