Menurut teknisi pasar utama BTIG Jonathan Krinsky pada 18 Juli, risiko terbesar pasar bukanlah satu katalis negatif tunggal, melainkan investor yang mulai mempertanyakan logika pasar yang selama ini mereka pegang. Indeks Semikonduktor Philadelphia telah turun sekitar 20% dari puncak Juni, sehingga memasuki wilayah pasar beruang, sementara Indeks KOSPI Korea Selatan (indeks ekuitas acuan Korea) telah turun lebih dari 25% dan Nikkei 225 Jepang telah memasuki koreksi teknis—yang mencerminkan tekanan pada saham teknologi global.
Krinsky memperingatkan bahwa pasar saham AS dapat mengulang aksi jual musim panas 2024, dengan S&P 500 berpotensi menembus level di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di 6.983 poin. Jika itu terjadi, saham semikonduktor berpotensi melemah lebih jauh. Ia mencatat aspek yang paling mengkhawatirkan adalah aksi jual tersebut tidak memiliki katalis yang jelas, meskipun terdapat kekhawatiran bahwa kenaikan di sektor chip berjalan terlalu cepat, perusahaan-perusahaan teknologi besar memiliki utang yang berat, serta adanya ketidakpastian kebijakan Federal Reserve.