Dalam laporan HSBC Affluent Investor Snapshot 2026 yang dirilis pada 28 Juli, investor bernilai kekayaan tinggi di Singapura dan Malaysia mempertahankan alokasi aset kripto yang stabil masing-masing sebesar 5% dan 6%, turun dari rata-rata global 6% dibanding 7% pada 2025, tanpa tanda-tanda adanya penarikan keluar yang signifikan.
Investor di kedua pasar mengalihkan dana ke arah emas, deposito berjangka, dan investasi alternatif selama 12 bulan ke depan. Investor Singapura memprioritaskan deposito berjangka, aset alternatif, dan emas, sementara investor Malaysia menunjukkan preferensi yang lebih kuat terhadap emas sebagai kenaikan alokasi terencana teratas. Hal ini menandakan pergeseran strategi dari aset pertumbuhan berisiko tinggi ke posisi satelit dalam portofolio yang terdiversifikasi.