Menurut Reuters, para pengunjuk rasa berkumpul di lebih dari 125 lokasi di seluruh negeri pada Sabtu (18 Juli) untuk menentang ekspansi tak terkendali pusat data AI. Aksi demonstrasi, yang diselenggarakan oleh kelompok sipil Humans First, menyoroti meningkatnya kekhawatiran publik bahwa kebutuhan infrastruktur menjadi pendorong ledakan AI.
Survei Reuters pada bulan Juni menemukan hanya 33% responden yang percaya pembangunan pusat data secara cepat manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya, sementara hanya 14% yang mendukung pembangunan fasilitas di komunitas mereka sendiri. Kekhawatiran utama meliputi lonjakan biaya listrik, terkurasnya sumber daya air, dan degradasi lingkungan. Humans First menyerukan proses pengembangan yang transparan, perlindungan sumber daya lokal, akses komunitas untuk pekerjaan bergaji tinggi, serta mekanisme akuntabilitas yang ketat.