Presiden South Korea Lee Jae-myung mengadakan makan siang bersama diaspora Korea serta berpartisipasi dalam Silicon Valley Venture Investment Meetup pada 25 Mei (waktu setempat) di San Francisco, hari kedua dari tur Amerika Latin 7 malam dan 11 hari. Pertemuan tersebut menyusul pertemuan sebelumnya dengan para CEO perusahaan AI global dan bertujuan memperluas kerja sama mulai dari kemitraan teknologi hingga kemitraan berbasis modal. Blue House menyatakan acara itu akan memperkuat hubungan antara ekosistem inovasi Korea-AS melalui kemitraan antara National Pension Service dan perusahaan modal ventura global terkemuka.
Presiden Lee Mengadakan Makan Siang dengan Diaspora Korea di San Francisco
Presiden Lee mengadakan pertemuan makan siang dengan diaspora Korea pada 25 Mei (waktu setempat) di San Francisco, menurut Blue House. Acara itu mempertemukan para pemimpin bisnis Korea dan para ilmuwan yang bekerja di wilayah Amerika Serikat bagian barat. Presiden memberikan dorongan kepada para profesional ekonomi dan teknologi Korea yang aktif di kawasan tersebut.
National Pension Service Menandatangani MoU dengan Enam Perusahaan Modal Ventura Global
Pertemuan Silicon Valley Venture Investment Meetup pada sore hari mencakup enam perusahaan modal ventura global terkemuka: Andreessen Horowitz (a16z), Sequoia Capital, General Catalyst, Khosla Ventures, Lightspeed Venture Partners, dan New Enterprise Associates (NEA). Acara berlangsung dalam dua tahap: dimulai dengan upacara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara National Pension Service dan VC yang berpartisipasi, lalu dilanjutkan diskusi dengan format roundtable. Presiden Lee membahas strategi kerja sama ekosistem venture Korea-AS dengan perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang hadir.
Blue House Menguraikan Hasil Kemitraan yang Diharapkan
Blue House menyatakan pertemuan tersebut akan membangun kemitraan jangka panjang antara National Pension Service dan VC global sekaligus memperkuat hubungan antara ekosistem inovasi Korea-AS. Pemerintah memperkirakan kemitraan itu akan memperluas dasar bagi startup Korea untuk menarik investasi dari luar negeri dan masuk ke pasar global. Para pengamat menyoroti pentingnya Presiden Lee bertemu investor terkemuka Silicon Valley segera setelah perbincangannya dengan para CEO NVIDIA, OpenAI, Anthropic, dan Broadcom pada hari sebelumnya, yang diartikan sebagai perluasan kerja sama dari ranah teknologi menuju kerja sama berbasis modal.
Presiden Lee Berangkat ke Brasil Setelah Jadwal Silicon Valley
Presiden Lee berangkat dari San Francisco International Airport pada malam 25 Mei (waktu setempat) menuju Brasil, tujuan kedua dari turnya. Presiden dijadwalkan mengadakan KTT dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Brasília untuk membahas kerja sama keamanan ekonomi dalam rantai pasok, energi, mineral kritis, dan industri pertahanan. Setelah kunjungan ke Brasil, Presiden Lee akan berkunjung berturut-turut ke Chile dan Argentina untuk melanjutkan diplomasi KTT yang berfokus pada perluasan kerja sama ekonomi serta keterkaitan rantai pasok dengan negara-negara Amerika Latin. Tur akan diakhiri dengan kunjungan ke Jerman.
FAQ
Apa yang dilakukan Presiden Lee Jae-myung pada 25 Mei di San Francisco?
Presiden Lee mengadakan makan siang dengan diaspora Korea dan berpartisipasi dalam Silicon Valley Venture Investment Meetup pada 25 Mei (waktu setempat) di San Francisco. Pertemuan tersebut mencakup upacara penandatanganan MoU antara National Pension Service dan enam perusahaan modal ventura global, diikuti diskusi roundtable.
Perusahaan modal ventura mana saja yang berpartisipasi dalam pertemuan Silicon Valley?
Enam perusahaan modal ventura global berpartisipasi: Andreessen Horowitz (a16z), Sequoia Capital, General Catalyst, Khosla Ventures, Lightspeed Venture Partners, dan New Enterprise Associates (NEA). Acara itu mencakup upacara penandatanganan MoU dengan National Pension Service serta diskusi dengan format roundtable.