Menurut Yonhap Infomax, nilai tukar USD/JPY turun 0,16% menjadi 163,589 yen pada 27 Juli, didorong meredanya ketegangan di Timur Tengah. The New York Times melaporkan pada 25 Juli bahwa Presiden AS Donald Trump menunda rencana untuk serangan militer skala besar terhadap Iran, sementara Iran berjanji akan menahan diri selama serangan AS berhenti, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven terhadap dolar dan yen.
Kontrak berjangka minyak mentah WTI turun hampir 7% dalam perdagangan Asia, sempat menyentuh di bawah $83 per barel, sehingga makin mendukung penguatan yen. USD/JPY menemukan dukungan di 163,455 yen intrahari, dengan permintaan importir Jepang untuk pembelian dolar membatasi kenaikan yen lebih lanjut.