Tekanan makroekonomi adalah salah satu faktor utama yang memicu penurunan terbaru di pasar cryptocurrency. Pada pertemuan Maret, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap antara 3,50 dan 3,75 persen, dengan nada hawkish dan menekankan bahwa inflasi sedang meningkat, terutama akibat harga minyak. Keputusan ini mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga dan menandakan bahwa lingkungan suku bunga tinggi akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Suku bunga yang tinggi memperketat likuiditas, menekan permintaan terhadap aset berisiko, dan meningkatkan biaya peluang dari aset yang tidak menghasilkan pendapatan seperti Bitcoin. Pada saat yang sama, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, memperkuat ekspektasi inflasi dan menyulitkan bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Penguatan dolar AS dan tren kenaikan hasil Treasury juga mendukung tekanan jual di pasar. Semua faktor ini mempercepat pengambilan keuntungan jangka pendek, tetapi para ahli mencatat bahwa tekanan ini hanyalah koreksi sementara dari siklus bullish dan dinamika fundamental tetap tidak berubah. Para investor memantau perkembangan ini secara ketat dan menyesuaikan strategi jangka panjang mereka sesuai situasi.

























