Menurut Union Infomax, Doosan Bobcat diperkirakan melaporkan laba operasi Q2 2026 sebesar 180,6 miliar KRW, turun 12,99% year-over-year, sementara pendapatan diproyeksikan turun 0,92% menjadi 221,65 triliun KRW. Margin operasi diperkirakan berada di 8,1%, turun sekitar 1,1 poin persentase dibanding periode tahun sebelumnya.
Merosotnya kinerja laba terutama dipicu oleh permintaan yang lemah di sektor konstruksi perumahan Amerika Utara, di mana kondisi pasar perumahan masih menantang. Namun, pertumbuhan di segmen non-perumahan, khususnya konstruksi pusat data dan investasi infrastruktur, diperkirakan dapat memberikan penyangga terhadap penurunan di sektor perumahan.