FATF Menerbitkan Penilaian Kepatuhan Aset Virtual Ke-7, Soroti Kesenjangan Pemantauan

Menurut laporan terbaru FATF, Financial Action Task Force telah menyelesaikan penilaian ketujuh atas implementasi Rekomendasi 15 (R.15) di berbagai yurisdiksi global. Sejak pembaruan tahun 2025, negara-negara telah mendorong penguatan regulasi aset virtual (VA) dan penyedia layanan aset virtual (VASP) melalui penilaian risiko, kerangka perizinan, kepatuhan travel rule, serta langkah penegakan.

Laporan tersebut mengidentifikasi kesenjangan yang signifikan: sulitnya mengubah penilaian risiko menjadi langkah mitigasi, pelaksanaan perizinan yang tidak konsisten, tantangan dalam mengidentifikasi entitas VASP, serta pengawasan berbasis risiko yang belum memadai. Kekhawatiran yang muncul mencakup kelompok kejahatan terorganisir yang melakukan penipuan aset dalam skala besar, meningkatnya penyalahgunaan stablecoin, risiko peer-to-peer pada non-custodial wallet, VASP offshore yang tidak teregulasi, serta tantangan DeFi yang masih berlanjut. FATF menyerukan penguatan koordinasi publik-swasta untuk meningkatkan implementasi R.15 dan mitigasi risiko.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar